Survei Bali Tourism Board menyebutkan, pada 2010, mayoritas turis yang datang ke Bali bertujuan untuk berlibur. Pada 2005, sekitar 68.20% turis mengaku datang untuk berlibur. Namun, pada 2010, sekalipun masih dominan, turun menjadi sekitar 60.40%. Selebihnya, yakni yang bertujuan untuk pertemuan, insentif, konvensi dan pameran (meeting, insentive, convention and exhibition / MICE) cenderung meningkat, yakni dari 12.84% menjadi 32.40%.
Saking getolnya wisatawan ke Bali, para pengembang pun berbondong-bondong menyediakan tempat penginapan. Tak semata yang berkonsep hotel atau resor biasa. Ada pilihan memiliki properti sambil berinvestasi ala kondominium hotel (kondotel). Tingkat pengembalian investasinya berkisar 8-10%. Tergantung sang operator dan pertumbuhan bisnis penginapan mereka.
Soal serbuan kondotel, menurut lembaga riset dan konsultan properti , PT Willson Properti Advisindo (Knight Frank) memproyeksikan pasokan kondotel di Bali bakal bertambah sebanyak 1.700 unit hingga 2013. Penambahan kondotel ini lantaran makin bertumbuhnya wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
Source : Investor Daily
Please click the PDF link on the right side to read more