Lembaga riset dan konsultan properti PT. Willson Properti Advisindo (Knight frank) memprediksi kenaikan harga tanah di Bali mencapai 24% sepanjang 2011. Harga tanah di kawasan wisata diprediksi mencapai Rp. 7,5 M per hektare (ha) pada akhir 2011.
Kenaikan harga lahan terjadi pada tahun ini seiring banyaknya pengembang hotel dan resor di Pulau Dewata ini. Kenaikan tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan harga lahan sepanjang tahun terakhir berkisar 8-16%.
Senior Research Manager Knight Frank Hasan Pamudji mengungkapkan, kenaikan harga lahan di Bali dipicu tingginya permintaan pengembang untuk membangun penginapan di wilayah tersebut. Keterbatasan lahan di pinggir pantai dan penambahan jumlah wisatawan juga menjadi faktor pendorong kenaikan harga lahan.
Source : Investor Daily
Please click the PDF link on the right side to read more